BISNIS ON LINE

Rabu, 21 Mei 2014

BISNIS TANPA MODAL

Siapa Bilang Tak Bisa Bisnis dengan Modal Nol?

http://www.Zeyreg.com/?id=archicad

http://www.master.areabonus.net

http://komisigratis.com/?reg=maslahat

 

ABURIZAL BAKRIE BERIKAN CERAMAH MOTIVASI DI IPB DARMAGA BOGOR PA 

Biasanya kalau orang disarankan untuk berwirausaha dia selalu bilang: “Gimana mau buka usaha Pak? Modal dari mana? Saya tidak punya uang.” Padahal itu tidak benar. Membangun usaha itu bisa dilakukan tanpa modal atau dengan modal nol. Saya sudah berkali-kali membuktikannya.
Saat memberikan kuliah umum kewirausahaan di Institut Pertanian Bogor (IPB), saya menceritakan hal itu. Kepada anak-anak muda ini saya katakan bahwa bisnis itu modalnya bukan uang di kantong, tetapi ide. Ide bisnis yang cermerlang dan menarik lah yang menjadi modal utama.
Lalu saya mulai bercerita tentang bagaimana saya bisa membeli perusahaan untuk memulai usaha dengan uang nol rupiah di kantong. Karena audiensnya mahasiswa pertanian, maka saya memberi contoh bagaimana saya memulai usaha perkebunan dengan membeli perusahaan perkebunan.

ABURIZAL BAKRIE TERIMA CINDERAMATA DI IPB DARMAGA BOGOR PADA SAF 

Saya ingat dulu saya ingin sekali memiliki usaha perkebunan. Kebetulan ada perkebunan Belanda NV Hollansch Amerikansse Plantage Matschappij. Perkebunan ini mau dijual dengan harga USD55 juta. Tapi bagaimana cara mendapat uang sebanyak itu, sementara di kantong uang saya nol.
Ini tantangan bagi saya. Saya putar otak. Saya lihat profil perusahaan perkebunan itu, saya lihat buku perusahaan, saya pelajari baik-baik. Rupanya di dalamnya ada uang cash USD15 juta p. Saya tanyakan ke orang perusahaan bagaimana jika uang cash itu diambil? Dia menjawab itu uang untuk replanting atau penanaman kembali.
Lalu saya tanya kalau penanaman kembali itu ditunda setahun bisa tidak? Dia menjawab bisa. Saya tanya kembali, kalau ditundanya dua tahun? Dia menjawab bisa juga. Nah berarti ada peluang menggunakan sementara uang itu.
Kemudian saya  pergi mencari uang untuk memberli perusahaan itu. Saya menemui Dirut Bank Bumi Daya Pak Omar Abdallah, almarhum. Saat itu saya temui dia di London. Saya katakan padanya  bahwa saya ingin beli perkebunan USD55 juta.
Kepada Pak Omar saya mengatakan: “Pak boleh tidak saya meminjam USD13 juta? Saya cuma mau 
meminjam satu detik saja.”

ABURIZAL BAKRIE TINJAU HASIL KERAJINAN MAHASISWA DI IPB DARMAGA
Dia ketawa dan mengatakan ini pasti akal-akalan saya saja. Lalu dia memberi pinjaman dan harus saya kembalikan sesuai janji saya.
Padahal saya tidak punya uang sepeserpun dan harus membayar pinjaman USD13 juta itu. Lalu uangnya dari mana? Ingat, di perusahaan yang akan saya beli itu ada uang USD15 juta. Jadi setelah dapat pinjaman dan perusahaan itu jadi punya saya, saya ambil USD13 juta dan saya kembalikan ke Pak Omar.
Dari pinjam Pak Omar kan USD13 juta, lalu dari mana USD42 juta lainnya? Saya juga meminjam dari bank. Tapi yang ini saya tidak pakai janji mengembalikan cepat, tapi dengan memberi iming-iming imbalan bahwa jika saya dipinjami USD42 juta, nanti saya akan memberinya keuntungan setahun USD2 juta.
Dari mana uang USD2 juta yang saya janjikan? Ingat, perusahaan yang saya beli ada uang USD15 juta. Saya ambil USD13 juta untuk Pak Omar, dan sisanya ada USD2 juta. Nah, makanya saya berani menjanjikan keuntungan USD2 juta.
Akhirnya saya bisa mendapat pinjaman total USD55 juta dan membeli perusahaan tersebut. Lalu perusahaan ini kami namakan United Sumatra Plantations, dan pada 1991 berubah nama menjadi Bakrie Sumatra Plantations. Ini bukti bahwa dengan modal nol saya bisa membeli dan memulai usaha di bidang perkebunan.
Tak hanya itu, saat selesai menghadapi kebangkrutan tahun 1998, saya ingin membangun usaha energi, dalam hal ini batubara. Saya pilih ini karena saya yakin ada tiga industri yang tidak akan pernah mati dan prospeknya bagus yaitu makanan, energi, dan air.
Tetapi, kendalanya saya tidak memiliki uang untuk membeli perusahaan batubara. Padahal ada yang ingin menjual dengan harga USD700 juta. Saya harus kembali putar otak untuk bisa membeli perusahaan itu dengan uang nol di kantong.
Akhirnya saya beranikan diri bernegosiasi dengan pemilik perusahaan ini. Setelah deal USD700 juta, lalu saya mencari dana untuk membelinya. Saya pura-pura punya uang segitu, padahal di kantong tidak ada.
Saya mulai dulu dengan mencari USD300 juta. Caranya saya panggil calon kontraktor. Saya tanya, mau tidak jadi kontraktor perusahaan batubara saya nanti. Saya janjikan pembagian keuntungan yang besar. Tapi syaratnya dia harus meminjamkan kepada saya uang dulu. Dia setuju dan meminjamkan USD60 juta. Saya juga pergi ke calon pemasar dan menjanjikan dia jadi pemasar dengan syarat sama yaitu meminjamkan uang dulu. Saya datangi beberapa, termasuk Mitsubishi yang akan memasarkan di Jepang. Hasilnya, saya bisa mendapatkan uang total USD300 juta dari mereka.
Tapi saya masih butuh USD400 juta. Padahal saat itu bank-bank di Indonesia dilarang memberikan kredit pada kami. Lalu saya cari di luar negeri dan akhirnya mendapatkan pinjaman dari bank di Singapura. Dia bersedia memberikan kredit USD400 juta dengan syarat saya memberikan keuntungan kepadanya USD20 juta. Oke, walau berat hati tapi tidak apa-apa. Akhirnya saya terima dan saya bisa membeli perusahaan yang sekarang kita kenal sebagai Kaltim Prima Coal (KPC) itu.
Dari cerita pengalaman saya itu ada dua hal penting yang patut digarisbawahi dan dijadikan pegangan. Pertama, bisnis itu tidak ditentukan oleh modal atau uang, tetapi oleh ide. Buktinya, dengan modal nol saya bisa. Jadi tidak ada lagi alasan tidak mau berusaha karena tidak ada modal. Faktanya, saya dengan modal nol bisa.
Yang ke dua, terimalah kerjasama dengan orang, meski kita cuma mendapat sedikit bagi hasil. Jangan buru-buru menginginkan keuntungan besar. Yang penting bisa menemukan orang yang mau bekerjasama dengan kita–dalam kasus saya, menemukan orang yang mau meminjamkan uang.
Ini penting, karena biasanya orang yang memiliki ide selalu langsung menuntut suatu yang besar. Misalnya ada mahasiswa yang punya ide bisnis, lalu dia pergi ke orang yang punya uang, dan mereka sepakat kerjasama. Tapi pemilik uang mengatakan hanya mau membagi hasil 10 persen ke mahasiswa itu. Kebanyakan orang yang ada di posisi seperti mahasiswa itu akan marah dan tidak setuju. Mereka maunya 50:50. Bagi saya, ini sikap atau pemikiran yang salah.
Kenapa salah? Karena dengan menuntut 50 persen, si pemilik uang tidak setuju, maka kerjasama tidak berhasil. Akibatnya, hasilnya nol. Jadi 50 persen kali nol hasilnya adalah nol. Sementara jika mengalah dan mau dengan 10 persen, lalu kemudian ada hasilnya 100, maka dia akan mendapatkan 10 persen dari 100 yaitu 10. Sepuluh ini jauh lebih besar dari nol.
Maka, dalam berbisnis jangan pernah menghitung uang di kantong orang lain. Pikir uang di kantong kita sendiri, kantong kita bertambah tidak? Ini penting, karena banyak yang salah di fase ini. Terjebak prosentase besar yang ujungnya hanya menghasilkan nol.
Itulah pelajaran bisnis yang saya buktikan dengan pengalaman saya sendiri. Tidak hanya teori, tapi sudah saya praktekkan dan saya buktikan. Jadi, siapa bilang tak bisa memulai bisnis dengan modal nol?

salah satu bisnis tanpa modal yg dapat mengasilkan uang dalam jumlah yg lumayan  adalah menjadi broker property.
gimana trik dan caranya?

Menggeluti peluang bisnis dan peluang usaha properti atau yang biasa orang sebut real estate agent bisa menjadi pilihan yang menarik untuk dilakukan. Selain tidak membutuhkan modal,cukup mudah untuk dilakukan, tidak menyita waktu, tidak membutuhkan tempat yang paling menarik adalah komisi yang cukup besar menanti.
Target Pasar
Target pasar kita adalah orang-orang yang ingin menjual rumah atau properti mereka. Selain itu calon pembeli adalah juga calon konsumen kita.
Hal-hal Yang Dibutuhkan
Tidaklah dibutuhkan banyak hal untuk memulai bisnis ini. Memang akan lebih baik jika kita mempunyai kemampuan untuk bernegosiasi dan mau bekerja keras. Hampir semua orang dapat menekuni bisnis ini asalkan mempunyai kesabaran dan keuletan.
Pertama, anda perlu mengetahui dimana anda dapat menemukan properti ini, dimana subernya sbb:
  1. Iklan Baris
  2. Memasang iklan (anda katakan bahwa anda adalah investor dengan dana unlimited)
  3. Agen properti (anda dapat menitipkan pesan kepada agent untuk memberitahu anda seandainya ada properti dengan : harga dibawah harga pasar, terdesak untuk menjual, dan ada return minimal 10%
  4. Menyisir 1 wilayah
  5. Teman dan kenalan
  6. Bank
  7. Pengadilan
  8. Klub investasi
  9. Profesional (notaris, badan pertanahan, pengacara, petugas pajak, dll)
Kedua, yang kita lakukan adalah mencari iklan dikoran atau majalah yang membahas tentang iklan properti atau juga dapat dengan cara mendatangi kantor real estate agent yang sekarang sudah banyak seperti Ray White, Century 21 dll. Hal pertama yang anda harus cari adalah properti yang ingin dijual dengan ciri2 tertentu seperti:
  1. Dijual senilai NJOP (biasanya lebih rendah dari harga jual)
  2. Dijual Segera/Cepat
  3. Membutuhkan Uang/Dana
  4. Mau dilelang
  5. Properti usang (seringkali harganya murah)
Keuntungan dari properti dengan ”kondisi istimewa” seperti ini akan memungkinkan kita untuk melakukan negosiasi yang lebih mudah dengan si-pemilk properti. Bila kita telah bertemu dengan pemilk properti maka kita dapat melakukan penawaran dengan harga yang lebih “mahal” dari yang diminta. Agak aneh? Memang dan itu disengaja! Mengapa? Karena dengan “menaikkan” harga  dari yang diminta sipenjual maka kita dapat “meminta” sesuatu dari sipemilik properti. Misalnya kita minta waktu perpanjangan misalnya 3 bulan atau 6 bulan kemudian baru kita bayar (Sedapat mungkin dilengkapi dengan semacam surat perjanjian antara anda dan sipenjual) .
Setelah anda mendapatkan dokumen persetujuan itu maka kita bisa mulai mencari pembeli sehingga anda tidak perlu mengeluarkan uang/modal sendiri. Dengan tenggang waktu 3 – 6 bulan tersebut maka anda mempunyai cukup waktu untuk mencari pembeli.
Untuk lebih menarik si pemilik untuk tetap hanya “terikat” kepada anda maka dapat anda tambahkan dalam perjanjian bahwa anda juga akan “membagi” komisi yang anda terima sebesar 20 – 30 %. Lho kok besar benar? Kenapa tidak, toh anda tidak mengeluarkan modal apapun.
Kendala
Mungkin mencari pembeli dan pemeriksaan dokumen properti  adalah hal yang paling sulit.
Tips
Untuk dokumen properti anda dapat bekerja sama dengan orang yang berkompeten dengan hal ini. Untuk pemasaran dapat anda sebarkan lewat kenalan anda untuk itu anda perlu mempunyai daftar nama yang selalu di tambah atau dengan menggunakan Internet.
Alangkah baiknya jika anda juga membuat kartu nama yang dapat kita bagikan pada saat menawarkan properti yang anda jual untuk membantu bila orang tersebut ingin menghubungi anda.
Anda tertarik dan ingin memanfaatkan peluang usaha dan bisnis properti tanpa modal  ini?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar